ANGKUTAN UMUM SEPI PEMINAT

Ton Jurnalis · Senin, 20 April 2020 11:50 wib
KRL JABODETABEK

JAKARTA, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyatakan jumlah penumpang angkutan umum di ibu kota dan kota-kota satelit menurun selama masa penyebaran pandemi virus corona atau covid-19. Sebut saja Transjakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), Moda Transportasi Raya (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), hingga bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP).

Kepala BPJT Polana B Pramesti mengatakan penurunan jumlah penumpang bahkan terjadi sebelum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta pada 10 April 2020 dan PSBB Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kabupaten dan Kota Bogor pada 15 April 2020.

Begitu pula dengan PSBB Kota dan Kabupaten Tangerang pada 18 April 2020. "DKI pada Maret 2020 sudah berinisiasi melakukan berbagai pembatasan termasuk pembatasan transportasi, sehingga pada Maret sudah mulai terjadi penurunan pengguna angkutan umum massal yang cukup berarti," ujar Polana dalam keterangan tertulis, Senin (20/4).

Data BPJT mencatat jumlah penumpang Transjakarta hanya mencapai 83 ribu orang per hari pada 1-15 April 2020. Padahal, saat kondisi normal, misalnya pada Januari 2020, jumlah penumpang Transjakarta bisa mencapai 840 ribu orang per hari.